SUATU
hari yang biasa-biasa saja, saya mengantar seorang teman ke kantor Polsek di
kawasan Bandung Utara. Dia terpaksa harus mengurus surat keterangan
kehilangan kartu asuransi. Kartu itu sebenarnya tidak hilang, tapi ia
tinggalkan di Jepang bersama sejumlah berkas lainnya yang ia pikir tidak lagi
penting. Dan ketika ia hendak mengurus suatu hal yang ada hubungannya dengan
asuransi, kartu itu harus ada. Dan jika hilang, harus ada keterangan kehilangan
dari kepolisian.
Tentu saja mustahil meminta surat keterangan kehilangan itu
pada kepolisian Tokyo di Jepang sana. Maka mulailah kami mengarang sebuah
cerita, bahwa kartu asuransi itu hilang tiga hari yang lalu. Mungkin dalam
perjalanan dari rumah ke kantor, dalam angkot.